Di Tengah Lesunya Industri, Lulusan LPK Serbaindo Justru Diburu Jepang

Tim Redaksi
16 Apr 2026 10:08
2 menit membaca

SALATIGA |Mediacakranews.com – Suasana haru menyelimuti wisuda ke-13 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo Salatiga di Ballroom Laras Asri, Kamis (16/4/2026). Tangis pecah saat puluhan siswa memeluk orang tua mereka. Namun di balik momen emosional itu, tersimpan cerita lain: peluang kerja ke Jepang yang justru kian terbuka lebar.

 

Sebanyak 85 siswa diwisuda. Sebagian di antaranya telah mengantongi sertifikasi bahasa Jepang level N3, standar kompetensi yang kini banyak diburu perusahaan di Negeri Sakura.

 

CEO Serbaindo Group, Iman Abdul Rahman, mengatakan tren permintaan tenaga kerja dari Jepang terus meningkat, terutama untuk sektor keperawatan (caregiver). Kondisi ini bahkan berbanding terbalik dengan sejumlah sektor industri di dalam negeri yang tengah melambat.

 

“Permintaan justru naik. Sekali job order bisa 150 orang. Ini peluang yang harus dimanfaatkan,” ujar Iman.

 

Ia menilai, Jepang sedang berada pada fase membutuhkan tenaga kerja asing dengan kualitas lebih tinggi. Perubahan skema visa kerja—yang akan menggantikan sistem magang—menjadi salah satu pemicunya.

 

Dalam skema baru tersebut, kemampuan bahasa dan kesiapan kerja menjadi syarat utama. Karena itu, lulusan dengan level N3 dinilai memiliki posisi tawar lebih kuat.

 

“Dari sisi penghasilan juga berbeda. Level N3 bisa di atas Rp16 juta, lebih tinggi dari N4,” katanya.

 

Menurut dia, keunggulan lulusan Serbaindo tidak hanya pada kemampuan teknis, tetapi juga sikap kerja dan kedisiplinan. Dalam sejumlah pelatihan lanjutan di Jepang, mereka kerap dipercaya menjadi pemimpin di antara peserta dari berbagai negara.

 

“Sering kali mereka jadi leader di training center. Ini yang membuat citra mereka cukup kuat di perusahaan Jepang,” ujarnya.

 

Fenomena ini ikut membentuk semacam “branding” tersendiri. Bahkan, beberapa lulusan disebut sempat mendapat sorotan media Jepang hingga tampil di televisi nasional.

 

Di sisi bisnis, peningkatan permintaan tenaga kerja ini membuka ruang ekspansi. Serbaindo mulai memperkuat ekosistemnya, termasuk mendorong kolaborasi dengan alumni yang telah bekerja di Jepang.

 

Hingga saat ini, lebih dari 800 tenaga kerja telah diberangkatkan. Dalam waktu dekat, jumlah tersebut diperkirakan menembus 1.000 orang.

 

Kondisi ini menunjukkan, ketika sebagian sektor domestik menghadapi tekanan, pasar kerja global justru menawarkan peluang baru—terutama bagi tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan standar internasional.

(Prabu Cakra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *