Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal

Tim Redaksi
22 Okt 2026 12:29
2 menit membaca

Tegal |Mediacakranews.com – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M.Han., menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di kawasan Jalan Pancasila depan Menara Air Waterleiding, Kota Tegal, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menjaga persatuan, membangun karakter bangsa, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas.

Upacara peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, yang menegaskan pentingnya kontribusi santri dalam menjawab tantangan bangsa melalui penguatan ilmu pengetahuan, karakter, kemandirian, serta pengabdian kepada masyarakat. Tema tersebut juga mengingatkan bahwa santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi turut berperan dalam menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St. MK., serta Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., Ketua MUI Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si bersama unsur pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan pesantren. Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 5.325 pesantren dengan 815.504 santri di wilayah Jawa Tengah. Jumlah tersebut menggambarkan besarnya peran pesantren dalam membina generasi muda, menanamkan nilai-nilai keagamaan, membangun akhlak, serta menumbuhkan semangat kebangsaan.

Bagi TNI Angkatan Darat, peran santri dan pesantren merupakan bagian penting dalam memperkuat kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, dan cinta Tanah Air yang tumbuh di lingkungan pesantren menjadi modal sosial untuk menjaga persatuan serta mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif.

Kehadiran Pangdam IV/Diponegoro dalam peringatan tersebut juga sebagai wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat ketahanan sosial, menjaga kerukunan, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, diharapkan para santri terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan mengembangkan potensi agar mampu berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Dengan berlandaskan nilai keagamaan, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan, santri diharapkan menjadi generasi yang tangguh.

(Pendam IV/Diponegoro/Prabu Cakra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *