
SALATIGA|Mediacakranews.com — Isu penggunaan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram di sebuah kandang ayam di Salatiga dibantah pemiliknya. Widodo, yang namanya disebut dalam pemberitaan sebelumnya, menyatakan tidak pernah memakai gas melon untuk operasional kandangnya.
“Menanggapi berita kemarin yang penyalahgunaan gas itu tidak benar. Di kandang saya, saya selaku pemilik tidak membenarkan bahwa saya memakai gas melon itu,” ujarnya dalam rilis kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
Widodo menjelaskan, tabung gas tiga kilogram yang sempat terlihat di lokasi bukan untuk digunakan, melainkan hanya dititipkan sementara. Ia menuturkan, kakaknya berjualan elpiji. Saat hendak mengambil tabung non-subsidi berwarna pink, ruang kendaraan tidak mencukupi sehingga tabung gas melon diturunkan lebih dulu di kandangnya.
“Karena kakak saya jualan gas, pas mau ambil pink itu gas melon dititipkan di sini dulu. Habis itu paginya diambil lagi. Jadi nggak benar saya memakai, menyalahgunakan gas subsidi,” katanya.
Ia menegaskan, sejak awal menggunakan gas non-subsidi untuk kebutuhan kandang. Sebagai bukti, ia menunjukkan tabung gas 12 kilogram yang disebutnya rutin dipakai.
“Buktinya ya ini, sekarang pakainya dari dulu pakainya gas non subsidi. Berarti terkait pemberitaan yang kemarin tidak benar. Sama sekali nggak benar,” tegasnya.
Menurut Widodo, peristiwa itu bermula saat pengantar gas membawa sejumlah tabung, termasuk gas melon tiga kilogram. Karena hendak mengambil tabung kosong sementara kapasitas mobil terbatas, sebagian tabung diturunkan sementara di kandangnya.
“Itu pihak yang nganter gas ini kan di mobilnya ada gas melon tiga kilo. Terus mau ambil kosongan, tempatnya nggak muat, ditaruh dulu di sini. Habis itu paginya nganter yang 12 kilo, yang melon tiga kilo diambil lagi,” tuturnya.
Widodo berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang telanjur beredar di masyarakat. “Jadi nggak benar kalau saya makainya gas tiga kiloan,” ujarnya.
(*)
Tidak ada komentar