
Salatiga|Mediacakranews.com- Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan tidak ada toleransi terhadap kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai standar. Penegasan itu disampaikan usai inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (2/3/2026), menyusul viralnya aduan kualitas makanan yang diterima siswa SD Negeri 5 Dukuh.
Menurut Robby, kualitas MBG yang buruk bukan hanya persoalan teknis, tetapi berpotensi berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat. Ia menyoroti kemungkinan makanan basi, busuk, atau terkontaminasi jika pengawasan tidak dilakukan secara ketat.
“Kita tahu 3.000 porsi itu banyak, tetapi tidak ada alasan sampai ada yang lolos dari sortir, entah itu basi atau ada hewannya. Itu sudah tanggung jawab penyedia,” tegasnya.
Selain risiko kesehatan, ia juga menilai kualitas yang tidak sesuai dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program yang dibiayai pemerintah pusat tersebut. Dengan anggaran Rp10.000 per porsi untuk siswa jenjang atas dan Rp8.000 untuk jenjang bawah, Wali Kota menekankan porsi dan mutu makanan harus benar-benar sesuai ketentuan.
Robby juga meminta pihak sekolah melakukan pengecekan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Ia bahkan menyarankan penggunaan segel pada tray makanan untuk menjaga higienitas dan mencegah kontaminasi.
Senada, Ketua Satgas MBG Salatiga, Nina Agustin, menegaskan dapur MBG akan dievaluasi setiap tahun. Jika tidak memenuhi standar petunjuk teknis dan tidak ada perbaikan, kontrak SPPG dapat diputus.
Pemkot Salatiga memastikan pengawasan akan diperketat agar program MBG benar-benar memberi manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak, tanpa mengorbankan aspek kualitas dan keamanan pangan.
(Prabu Cakra)
Tidak ada komentar