
Jakarta|Mediacakranews.com-Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi meninggalnya seorang siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi keluarga.
Mensos menegaskan, peristiwa memilukan tersebut bukan sekadar tragedi keluarga, melainkan harus menjadi atensi bersama negara. Ia menilai kasus ini sebagai alarm keras agar seluruh unsur pemerintah memperkuat sistem perlindungan sosial, khususnya bagi keluarga miskin dan rentan yang masih luput dari pendampingan.
Menurut Gus Ipul, pemerintah perlu memperbaiki dan memperkuat data kemiskinan agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara sejak dini, agar persoalan sederhana seperti kebutuhan sekolah tidak berubah menjadi beban berat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kasus ini juga membuka kembali urgensi pendampingan sosial dan perhatian terhadap kondisi psikososial anak, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah disebut akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kemiskinan dan ketidakmerataan akses bantuan masih berdampak nyata, bahkan pada kehidupan anak-anak. Negara diminta tidak hanya hadir saat tragedi terjadi, tetapi juga lebih sigap sebelum semuanya terlambat.
Tidak ada komentar