Pemkab Pati Bangun Museum Daerah Guna Selamatkan Sejarah

Tim Redaksi
22 Mei 2026 10:20
2 menit membaca

PATI|Mediacakranews.com – Kabupaten Pati akhirnya bergerak membangun museum. Rencana itu dibahas dalam pertemuan antara AMIDA Jateng, AMIDA Wilayah II Pakudjembaran, dan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Pati, Kamis (21/5/2026)
Selama ini Pati jadi satu-satunya kabupaten di wilayah utara Jawa Tengah yang belum punya museum. Padahal, jejak sejarah di wilayah berjuluk Bumi Mina Tani ini cukup panjang, dari masa pra-aksara hingga era kemerdekaan.

Sancaka Dwi Supani selaku Ketua AMIDA Pakudjembaran menyebut Pati menyimpan banyak artefak penting. Temuan itu tersebar di berbagai titik, mulai dari fosil di kawasan Pati Ayam, figure terakota, prasasti, yoni, sampai kelengkapan candi.
“Banyak temuan artefak di Pati dari masa pra-aksara sampai sekarang. Sayangnya selama ini berserakan dan belum terekam dengan baik,” ujarnya.

Menurut Sancaka, peninggalan sejarah Pati tidak berhenti di era pra-Islam. Masuknya Islam juga meninggalkan manuskrip, belum lagi jejak perjuangan menjelang kemerdekaan. Tanpa museum, semua itu berpotensi hilang dan tidak diketahui generasi berikutnya.
Sementara itu Wakil Ketua AMIDA Pakudjembaran Retna Dyah Radityawati menambahkan, pendirian museum bukan sekadar wacana. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 mewajibkan setiap kabupaten/kota melestarikan warisan budaya dan sejarah lokal lewat museum.

“Museum berfungsi sebagai sarana edukasi, dokumentasi, dan penguat identitas budaya daerah. Tanpa itu, kesinambungan nilai sejarah untuk generasi mendatang bisa terputus,” jelas Retna yang juga Kepala Museum RA Kartini.
AMIDA Jateng dan AMIDA Pakudjembaran menyatakan siap membantu penuh proses pendirian museum di Pati, mulai dari kurasi koleksi hingga konsep pengelolaan.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyambut baik dukungan tersebut. Ia memastikan Pemkab Pati siap menganggarkan pembangunan museum melalui perubahan APBD 2026 dan anggaran 2027.

“Rencananya museum akan diisi ikon budaya dan sejarah yang dikemas menarik. Tujuannya agar menjadi sarana edukasi bagi pelajar dan masyarakat Pati,” kata Chandra.
Dengan adanya museum, Pemkab Pati berharap memori kolektif masyarakat bisa tersimpan rapi dan identitas lokal semakin kuat.

( Cakra )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *