Dua Generasi, Satu Kebanggaan: Ayah dan Anak Abdi Negara Sukses Sandang Gelar Sarjana Hukum

Tim Redaksi
4 Nov 2026 19:49
3 menit membaca

Semarang|Mediacakranews.com – Bertempat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menjadi momen bahagia sekaligus membanggakan bagi Sugeng Hariyanto dan Danu Prakas Andriansyah.Rabu (4/11/2026). Sebuah pencapaian gemilang sekaligus kisah inspiratif dari keluarga besar TNI dan Polri. Seorang ayah dan anak yang sama-sama mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi TNI dan Polri berhasil menuntaskan pendidikan akademik dan meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Sebagai bagian dari keluarga besar TNI, Sertu Sugeng Hariyanto yang mengemban tugas jabatan BA Staf Intelijen Kodim 0733/KS Semarang ini berhasil menyelesaikan studinya bersama dengan anak tercintanya, Bripda Danu Prakas Andriansyah, yang bertugas di BA Subbag Pamkolsik Yanma Polda Jateng.

Momen membanggakan tersebut semakin istimewa karena keduanya tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di tengah kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawab kedinasan, tetapi juga berkesempatan menjalani prosesi yudisium dan wisuda bersama di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang.

Peristiwa ini menjadi momen yang sarat makna, bukan sekadar seremoni akademik, melainkan sebuah perjalanan panjang tentang perjuangan, ketekunan, pengorbanan, dan semangat belajar tanpa mengenal batas usia maupun profesi.

Di tengah padatnya tugas pengabdian sebagai anggota TNI dan Polri, keduanya mampu membuktikan bahwa tanggung jawab pekerjaan bukanlah penghalang untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan. Kedisiplinan, loyalitas, serta semangat pantang menyerah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan kedinasan justru menjadi modal penting dalam menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.

Bagi sang ayah, keberhasilan ini merupakan kebanggaan tersendiri karena dapat menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus menjadi teladan nyata bagi keluarga. Sementara bagi sang anak, keberhasilan meraih gelar sarjana bersama orang tua merupakan pengalaman luar biasa yang tentunya akan menjadi kenangan berharga sepanjang perjalanan hidupnya.

Prosesi yudisium dan wisuda bersama di Masjid Agung Jawa Tengah menghadirkan suasana penuh haru dan kebahagiaan. Dua generasi dalam satu keluarga berdiri sejajar sebagai insan akademis yang telah berhasil melewati proses pendidikan dan perjuangan panjang untuk meraih cita-cita.

Lebih dari sekadar gelar akademik, pencapaian ini menjadi pesan kuat bahwa pendidikan merupakan investasi kehidupan yang tidak mengenal batas usia, pangkat, jabatan, maupun profesi. Siapa pun memiliki kesempatan untuk terus belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kualitas diri.

Kisah ayah dan anak anggota TNI-Polri ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi keluarga besar TNI, Polri, serta masyarakat luas, khususnya generasi muda, agar tidak pernah berhenti mengejar pendidikan dan cita-cita.

Pengabdian kepada bangsa dan negara dapat berjalan beriringan dengan perjuangan meraih pendidikan. Karena sejatinya, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi juga tentang kemauan untuk terus belajar, memberikan teladan, dan mewariskan semangat kebaikan kepada generasi berikutnya.

Selamat dan sukses atas pencapaian gelar Sarjana Hukum. Sebuah kebanggaan keluarga, prestasi yang membanggakan institusi, serta inspirasi bagi negeri.

Dua generasi, satu semangat, satu perjuangan, dan satu kebanggaan.

“Sungguh sebuah anugerah yang luar biasa, ketika perjuangan menuntut ilmu tidak hanya melahirkan gelar kesarjanaan, tetapi juga menghadirkan kenangan indah tentang perjalanan seorang ayah dan anak dalam satu momen kebanggaan. Hari ini menjadi bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk meraih cita-cita, tidak ada perjuangan yang sia-sia, dan tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama disertai tekad, kesabaran, serta doa,” ucap Sugeng Haryanto, usai prosesi wisuda.

“Hari ini kita tidak hanya merayakan dua kelulusan, tetapi juga merayakan cinta, keteladanan, perjuangan, dan doa yang akhirnya bertemu dalam satu kebahagiaan. Sungguh, ini bukan sekadar wisuda, melainkan sebuah kisah indah yang akan dikenang sepanjang masa,” imbuh Sugeng penuh haru.

(BW/Pb)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *