Jarot Wiyono Berhasil Jadikan Desa Kebowan Jadi Desa Antikorupsi dan Berkomitmen Pertahankan Capaian Perbaiki Kualitas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Tim Redaksi
21 Okt 2026 11:57
3 menit membaca

Kab.Semarang|Mediacakranews.com – Ketersediaan air bersih masih menjadi perhatian Kepala Desa Kebowan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jarot Wiyono. Meski tujuh dusun di wilayahnya telah memiliki sumber air yang dapat disalurkan ke rumah warga, penurunan debit saat musim kemarau menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.

Jarot mengatakan, penyediaan air bersih merupakan salah satu program prioritas selama dirinya memimpin Desa Kebowan. Ke depan, ia berencana melanjutkan program tersebut jika kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin desa pada periode kedua.

“Alhamdulillah, tujuh dusun sudah mempunyai sumber yang bisa didistribusikan ke rumah-rumah,” kata Jarot.

Namun, ia mengakui ketersediaan air belum sepenuhnya terlepas dari pengaruh kondisi cuaca. Saat kemarau, debit air di sejumlah sumber mengalami penurunan sehingga perlu diantisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Menurut Jarot, pemerintah desa akan berupaya mencari sumber air tambahan apabila masih ada dusun yang mengalami kekurangan air, terutama ketika menghadapi kemarau panjang.

“Kalau memang nanti di satu dusun atau beberapa dusun masih kekurangan, kami akan berupaya mencari sumber lagi. Di saat kemarau panjang, harapannya masyarakat tidak kekurangan air,” ujarnya.

 

Selain pembangunan infrastruktur, Jarot mengeklaim tata kelola pemerintahan dan pengelolaan anggaran menjadi perhatian selama delapan tahun mengabdi sebagai kepala desa.

Ia mengatakan, pemerintah desa bersama perangkat berupaya menjalankan program sesuai kebutuhan masyarakat. Menurut dia, tata kelola yang baik menjadi dasar untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sebagaimana mestinya.

Jarot menyebut Desa Kebowan telah menjadi desa antikorupsi. Ia berkomitmen mempertahankan capaian tersebut sekaligus memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Perjuangan saya dan teman-teman ini menjadi baik dan Desa Kebowan menjadi desa antikorupsi. Ke depan, akan kami pertahankan dan akan kami buat lebih baik,” katanya.

Fasilitas desa diharapkan menggerakkan ekonomi

Jarot juga menyoroti pentingnya pembangunan sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.

Menurut dia, fasilitas seperti lapangan dan gedung dapat menjadi ruang berkumpul warga sekaligus lokasi penyelenggaraan kegiatan yang membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan tersedianya tempat yang memadai, warga diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk berjualan dan menjalankan aktivitas ekonomi.

“Kami mencoba memperbaiki dan membuat sarana dan prasarana yang menunjang meningkatnya ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi infrastruktur, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Ingin melanjutkan program

Menjelang pemilihan kepala desa, Jarot menyatakan keinginannya untuk kembali mengabdi di Desa Kebowan pada periode kedua.

Ia menilai program yang sudah berjalan perlu dilanjutkan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Penyediaan air bersih menjadi salah satu pekerjaan yang menurutnya masih perlu diperkuat.

“Insya Allah, untuk ke depan saya akan kembali mengabdi di Desa Kebowan di periode kedua. Sudah ada bukti yang sudah kami lakukan dan ini kami tinggal meneruskan untuk perbaikan-perbaikan,” kata Jarot.

Meski demikian, keberlanjutan program air bersih tetap bergantung pada kemampuan sumber air memenuhi kebutuhan warga, khususnya ketika debit menurun saat kemarau. Karena itu, pencarian sumber tambahan menjadi salah satu rencana yang akan diupayakan jika masih ditemukan wilayah yang mengalami kekurangan air.

(Prabu Cakra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *