Wali Kota Salatiga Dukung Kolaborasi LPK Serbaindo, Buka Peluang Kerja ke Jepang dan Tekan Pengangguran

Tim Redaksi
4 Agu 2026 21:51
3 menit membaca

Salatiga|Mediacakranews.com– Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG menerima audiensi dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo di Ruang Kerja Wali Kota, Selasa (4/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pelatihan kerja dalam upaya mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Salatiga.

Audiensi turut dihadiri perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kota Salatiga. Dalam kesempatan itu, pimpinan LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, didampingi Presiden Direktur Exceed Cooperative Japan, Watanabe Daisuke, dan Harada, memaparkan berbagai program pelatihan serta peluang penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Iman menjelaskan, LPK Serbaindo telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan sebagai Sending Organization (SO) dan saat ini telah membina ratusan peserta didik, khususnya di bidang caregiver.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Salatiga sangat dibutuhkan untuk memperluas cakupan program melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah-sekolah, hingga pelibatan RT, RW, kelurahan, dan kecamatan dalam proses rekrutmen calon peserta.

“Apabila kolaborasi ini berjalan optimal, kapasitas program berpotensi berkembang hingga sekitar 45 ribu peserta sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat,” ungkap Iman.

Selain peluang kerja ke Jepang, LPK Serbaindo juga menawarkan pengembangan kerja sama di bidang kesehatan melalui konsep senior living, termasuk kemungkinan menghadirkan lansia asal Jepang untuk mendapatkan layanan perawatan di Indonesia. Gagasan tersebut juga diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama sister city antara Salatiga dengan sejumlah kota di Jepang.

Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup peluang kerja sama pengolahan sampah dan transfer teknologi dengan Kitakyushu dan Fukuoka, Jepang, sebagai bentuk penguatan kolaborasi internasional yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat.

Dalam pemaparannya, LPK Serbaindo menyebutkan calon pekerja yang akan diberangkatkan ke Jepang harus berusia 18–25 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, dengan pendidikan minimal SMA/SMK atau Paket C. Sebelum diberangkatkan, peserta diwajibkan mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih lima bulan agar memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan.

Meski minat masyarakat untuk bekerja ke Jepang cukup tinggi, Iman mengakui sosialisasi masih belum berjalan maksimal karena belum kuatnya dukungan lintas sektor serta masih adanya stigma negatif terhadap lembaga pelatihan kerja akibat kasus yang melibatkan oknum dari lembaga lain.

“Yang kami butuhkan bukan hanya dukungan anggaran, tetapi juga support system, branding pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG menyatakan Pemerintah Kota Salatiga menyambut baik inisiatif LPK Serbaindo. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya lulusan SMA yang belum terserap di dunia kerja.

“Kami juga memiliki program pengentasan pengangguran, terutama bagi lulusan SMA yang belum mendapatkan kesempatan bekerja,” kata Robby.

Ia menegaskan, Pemkot Salatiga siap menggandeng berbagai Lembaga Pelatihan Kerja untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan siap bersaing di tingkat regional hingga internasional.

“Pemerintah akan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memberikan keterampilan, sehingga tenaga kerja bisa siap pakai baik di jenjang regional, nasional, maupun internasional,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat mendorong pembahasan menuju tahap penyusunan MoU agar kerja sama dapat segera direalisasikan. Program juga akan diperluas melalui sosialisasi di sekolah-sekolah dan melibatkan unsur pemerintahan hingga tingkat RT, RW, kelurahan, serta kecamatan agar jangkauan peserta semakin luas.

Menutup audiensi, Robby berharap kolaborasi tersebut mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas SDM Kota Salatiga.

“Harapan kami, program ini dapat memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Salatiga dan mendukung visi menjadikan Salatiga sebagai kota yang beda dan mendunia dari berbagai aspek,” pungkasnya.

(Prabu Cakra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *