
SALATIGA|Mediacakranews.com – Sebanyak 95 mahasiswa dan mahasiswi resmi mengikuti wisuda ke-14 LPK Serbaindo, menandai langkah baru bagi para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang pendidikan dan dunia kerja, khususnya di Jepang.Rabu (29/8/2026).
Selain prosesi wisuda, LPK Serbaindo juga menyampaikan rencana pengembangan program besar rekrutmen penerima beasiswa ke Jepang dengan target hingga 45.000 kandidat secara bertahap sampai tahun 2030.
Program tersebut disebut akan melibatkan dukungan dan kolaborasi dengan Kementerian Desa. Setiap desa direncanakan dapat mengirimkan kandidat untuk mengikuti proses seleksi dan pemetaan potensi, termasuk melalui psikotes, guna menyesuaikan kompetensi peserta dengan kebutuhan tenaga kerja di Jepang.
Salah satu bidang yang menjadi fokus utama adalah caregiver. Bidang ini menjadi salah satu spesialisasi LPK Serbaindo, mengingat kebutuhan tenaga caregiver di Jepang masih sangat besar.
“Sampai tahun 2050 pun kebutuhan caregiver di Jepang itu 2,3 juta jiwa. Jumlah yang sangat besar,” ungkap pihak LPK Serbaindo dalam sambutannya.
Kota Salatiga direncanakan menjadi salah satu daerah yang dipersiapkan sebagai proyek percontohan rekrutmen. Sistem dan pola persiapan kandidat yang dikembangkan di Salatiga diharapkan nantinya dapat diterapkan di wilayah lain.
LPK Serbaindo telah menyiapkan lima titik konsentrasi di Kota Salatiga sebagai pusat persiapan peserta sebelum keberangkatan ke Jepang.
Sementara untuk pelaksanaan secara nasional, program rekrutmen direncanakan menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia. Pada tahap awal, fokus program diarahkan pada 12 provinsi, mulai dari Bengkulu hingga Nusa Tenggara Barat.
Program tersebut ditargetkan berjalan secara multiyears hingga tahun 2030, dengan target sekitar 15.000 peserta per tahun.
Peserta yang lolos program beasiswa direncanakan menjalani pendidikan selama dua tahun di perusahaan Jepang dengan sistem ikatan dinas.
Nilai beasiswa yang disampaikan mencapai sekitar Rp980 juta per peserta, termasuk fasilitas pendidikan dan uang saku bulanan yang disebut mencapai sekitar Rp17 juta.
Selama menjalani program, peserta akan memperoleh kesempatan untuk belajar sekaligus bekerja. Setelah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh kualifikasi D2, peserta akan menjalani kontrak kerja selama lima tahun di Jepang.
“Sambil mereka bekerja, sambil mereka kuliah. Setelah dapat D2, kontrak kerjanya lima tahun,” jelasnya.
Peserta yang ingin melanjutkan masa kerja setelah kontrak berakhir juga disebut memiliki peluang untuk memperpanjang sesuai ketentuan dan kebutuhan di Jepang.
LPK Serbaindo juga menyampaikan adanya program baru yang direncanakan mulai dikembangkan pada tahun berikutnya, yakni program Tokutei, sebagai program dengan spesifikasi kompetensi dan standar kemampuan bahasa yang lebih tinggi.
Melalui wisuda ke-14 ini, LPK Serbaindo berharap para lulusan dapat terus meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta kesiapan menghadapi peluang kerja internasional.
Dengan Salatiga yang dipersiapkan sebagai proyek percontohan, program tersebut diharapkan dapat menjadi pintu pembuka bagi semakin banyak generasi muda Indonesia untuk memperoleh akses pendidikan, pelatihan, dan peluang kerja di Jepang.
(Prabu Cakra)
Tidak ada komentar