Daerah  

Balai PSDA Probolo Akan Melakukan Tindakan Tegas Kepada PKL Yang Mendirikan Bangunan Di Sempadan Irigasi

Borobudur|Mediacakranews.com-Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Progo Bogowonto Luk Ulo akan segera melakukan Penertiban Pedagang Kaki Lima ( PKL ) serta Memasang Papan Larangan di sempadan saluran irigasi Tangsi III di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah Rabu (29/5/024)

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Balai PSDA Probolo, DPUPR Kabupaten Magelang, Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magelang Kordinator Kelompok Wilayah Progo Hulu Mantri Pengairan,Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi Tangsi

Kepala Balai PSDA Probolo Fredy Nurcahya S.T.M.T menyampaikan bahwa maksud dan tujuan pemasangan papan Larangan di sempadan Saluran irigasi merupakan Aset Milik Negara sesuai Kartu inventaris Barang (KIB) nomer kode 11.01.33.08.010302.00010.00000.1988-1.3.1.01.03.08.001 agar tidak terjadi pelanggaran dan mengganggu Oprasional Irigasi( OP) ketika ada galian sedimen maupun perbaikan kerusakan pasangan batu liningnya.ucapnya

“Beliau juga mengingatkan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk tidak menggunakan kembali sempadan sungai irigasi sebagai tempat mendirikan bangunan permanen maupun semi permanen sebagai tempat usaha.Hal tersebut sesuai dengan amanat PERMEN PUPR No.08/ PRT/M/ 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Jaringan Irigasi.kata fredy

Irigasi yaitu suatu metode atau teknik untuk mengalirkan air secara terkontrol ke lahan pertanian atau kebun,dengan tujuan untuk memberikan kelembapan yang cukup kepada tanaman ,air yang di salurkan dari sumber air seperti sungai,waduk atau sistem pengumpulan air lainya.

Sehingga perlu dukungan dari seluruh stakeholder tentang Sempadan Irigasi yang bersih bebas dari bangunan liar sehingga bisa di gunakan sesuai fungsinya “Kaline Resik,Banyune Mili Petanine Mukti” terang Fredy

“Perlu di ketahui Kampung Seni Borobudur di Kujon, mengcover luas areal sebesar 10,7 ha dengan lingkup kegiatan pembangunan pasar seni, cinderamata, kuliner, tempat parkir kendaraan serta akses point (shuttle) ruang kreatif, pusat pelatihan kriya seni, panggung seni, parkir shuttle service/ wira- wiri rest.

Adapun total anggaran yang dialokasikan untuk melakukan penataan KSPN Borobudur, tahap 1 dan 2 oleh Direktorat Jendral Cipta Karya Kementrian PUPR sebesar 270,5 miliar.

“Dengan terbangunmya insfrastruktur pendukung KSPN Borobudur oleh Kemen PUPR di harapkan KSPN Borobudur siap mendukung berbagai even nasional maupun internasional .

Kepala DPUPR Kabupaten Magelang David Rudiyanto. ST.MT menyampaikan bahwa Saluran irigasi merupakan salah satu prasarana irigasi yang memiliki fungsi antara lain mengambil air dari sumber air, membawa atau mengalirkan air dari sumber ke lahan pertanian, mendistribusikan air untuk tanaman serta mengatur, mengukur aliran air. Katanya

“Ia juga menambahkn Irigasi bukan hanya sekedar memberikan pasokan air tambahan kepada tanaman,melainkn juga membawa manfaat bagi pertanian,perkebunan ,lingkungan serta ketahanan pangan

Sehingga fungsi tanggul dan saluran yang ditata dengan baik dapat memberikan layanan pemberian air kepada masyarakat.
Kami mendukung kebijakan Balai PSDA Probolo untuk penertiban Aset Milik Negara,yang telah di gunakan oleh para pedagang kaki lima segera di lalakukan penertiban agar perawatan irigasi menjadi lebih mudah tegas Davit

“Di tempat yang sama Nurcholis selaku Trantib Satpol PP Kab. Magelang mengatakan langkah awal yang akan ditempuh adalah berkoordinasi dengan pihak desa maupun kecamatan Borobudur terkait maraknya pkl apakah sudah ada yang mengkoordinir ataupun pkl liar. Hal tersebut untuk antisipasi maraknya pkl agar tidak kumuh dan menjamur dengan cara membongkar lapak-lapak tersebut dan akan melaporkan kepada Kasat untuk tindaklanjut eksekusinya.

Jika kampung seni sudah jadi, beliau juga khawatir akan ada kecemburuan dari pedagang di kampung seni dan pedagang di pinggir jalan di kemudian hari. Kami juga akan melaksanakan patroli siang atau malam hari setiap harinya secara bergantian

“Harapan dari Satpol PP titik lokasi tersebut tersebut dapat bebas dari pedagang kali lima mengingat Candi Borobudur merupakan wajah dari Kab. Magelang dan terpantau dari UNESCO.

Siti Prayitno yang membuat lapak warung makan mengatakan bahwa lapak-lapak tersebut di buat pada malam hari.Saya juga menyadari saat ini saya punyak lapak di sempadan irigasi bila akan di tertibkn saya juga tidak apa- apa.

“Siti juga menunjukan kartu anggota Pedagang Kaki Lima ( PKL) yang mana warung ini hanya bersifat sementara pada bulan september tahun 2024 bangunan kampung seni sudah jadi saya kembali menempati lapak baru,selama dalam pengerjaan proyek kalau saya tidak jualan saya tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga jelas siti.

(Sumarno S.T.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *