
Bandung |Mediacakranews.com-Dede Farhan Aulawi menjadi nara sumber Taining Duta Anti HIV/ AIDS di Kota Bandung Jawa Barat kegiatan digelar pada hari Sabtu tanggal 3 Mei 2025 di UTC Dago Hotel, Bandung. Materi yang dipaparkan berjudul ‘ Menjawab Tantangan Kesehatan di Era Disrupsi’ yang diikuti oleh 40 an mahasiswa, baik mahasiswa kesehatan maupun non kesehatan dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Bandung raya.
Menurutnya, tantangan kesehatan di era disrupsi, khususnya disrupsi digital, meliputi kesenjangan sosial, privasi data pasien, dan potensi genomik selain itu, ada tantangan dalam hal keterjangkauan, kualitas, dan pemerataan layanan kesehatan, serta manajemen, informasi, dan regulasi. Tantangan lain termasuk pergeseran paradigma, pemberdayaan kesehatan digital, optimalisasi data, dan evaluasi validasi teknologi.ujarnya
“Inovasi baru di bidang kesehatan masyarakat terus bermunculan. Misalnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk Analisis Data Kesehatan. AI telah digunakan dalam analisis data besar untuk mendeteksi pola dan tren kesehatan yang sulit ditemukan melalui analisis konvensional. Dalam kesehatan masyarakat, AI dapat digunakan untuk memprediksi penyebaran penyakit, mengidentifikasi kelompok berisiko tinggi, serta membantu dalam perencanaan intervensi kesehatan.
Juga ada Wearable Devices untuk Pemantauan Kesehatan, seperti smartwatch atau fitness tracker, memungkinkan pengguna untuk memantau data kesehatan pribadi secara real-time, seperti detak jantung, kadar oksigen, atau tingkat aktivitas. Data ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan diri mereka dan membantu dalam penelitian serta pengumpulan data kesehatan dalam skala besar.imbuhnya
“Ada juga Aplikasi Mobile untuk Edukasi dan Intervensi Kesehatan yang menjadi salah satu solusi efektif dalam memberikan informasi kesehatan, mengingat kebanyakan orang kini menggunakan smartphone. Aplikasi ini dapat menyediakan informasi kesehatan, mengingatkan pengguna tentang jadwal vaksinasi, bahkan membantu masyarakat dengan manajemen stres atau program diet.
Kemudian ada Blockchain untuk Keamanan Data Kesehatan. Blockchain saat ini semakin populer di bidang kesehatan karena kemampuannya dalam menjaga keamanan dan privasi data. Dalam konteks kesehatan masyarakat, blockchain dapat memastikan data kesehatan yang sensitif, seperti rekam medis, disimpan dengan aman dan hanya diakses oleh pihak yang memiliki izin.
” Ditambah lagi Internet of Things (IoT) untuk Pengumpulan Data Real-Time. IoT menghubungkan perangkat-perangkat pintar yang dapat mengumpulkan dan berbagi data secara langsung. Dalam kesehatan masyarakat, perangkat IoT bisa digunakan di rumah sakit, klinik, atau bahkan lingkungan publik untuk memantau kualitas udara, kadar kebersihan, atau penyebaran penyakit, yang dapat menjadi informasi berharga dalam menjaga kesehatan komunitas.
Peran Duta HIV/AIDS sangat penting karena petugas pemerintah juga personilnya terbatas. Beberapa peran yang bisa dilaksanakan oleh mereka diantaranya adalah Edukasi dan Penyuluhan. Duta HIV/AIDS berperan dalam menyampaikan informasi tentang HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, dan pentingnya perilaku hidup sehat.
“Lebih lanjut menambahkan Kampanye Pencegahan untuk mengubah perilaku berisiko seperti berganti-ganti pasangan atau menggunakan narkoba suntik. Termasuk menjadi Role Model atau contoh bagi masyarakat, khususnya remaja, untuk berperilaku dan tidak berisiko terkena HIV.Tegas Dede.
(Marno Cakra)
Tidak ada komentar