Oplus_16908288Salatiga|Mediacakranews.com-Tepat tanggal 21 April, Warga Negara Indonesia selalu mengingat dan memperingati kelahiran Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini. Kartini merupakan simbol keberanian untuk berpikir melampaui zamannya. Di usia muda, ia telah menyuarakan ketidakadilan terhadap perempuan serta meyakini bahwa kemajuan bangsa tidak mungkin dicapai tanpa kemajuan perempuan.

Mengingat pentingnya menghargai jasa para pahlawan, Pemerintah Kota Salatiga menggelar Upacara peringatan Hari Kartini di halaman Pemkot Salatiga, Senin (21/4/25. Retno Robby Hernawan selaku Ketua TP. PKK bertindak langsung sebagai Pembina Upacara sekaligus membacakan sambutan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Retno menekankan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjuangan emansipasi dan mendorong aksi nyata bagi kemajuan perempuan di berbagai bidang.
βOleh karena itu, mari kita terus menghidupi semangat Kartini. Dengan belajar, bekerja, berkarya, dan mengambil bagian dalam kemajuan bangsa. Mari bersama membuka lebih banyak ruang partisipasi, menolak segala bentuk diskriminasi, dan memastikan setiap perempuan Indonesia bisa tumbuh dan berdaya, dari mana pun ia berasalβ. Istri Wali Kota Salatiga tersebut juga menegaskan bahwa semangat Kartini ada pada pelajar, ibu rumah tangga, pemimpin, guru, aktivis, inovator, seniman dan siapapun yang terus berjuang membuka jalan bagi perempuan. Tidak ada kata terlalu muda atau terlalu tua untuk menyalakan semangat Kartini. Semuanya berperan untuk menciptakan perubahan. Peringatan Hari Kartini, lanjutnya bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk bertindak.
Upacara ini turut dihadiri Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, tokoh perempuan, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Salatiga. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat menandai komitmen bersama untuk terus melanjutkan semangat perjuangan Kartini dalam konteks kekinian. Para peserta upacara mengenakan busana adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya serta perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia.
(Cakra)
Tidak ada komentar