Daerah  

Ratusan Warga Desa Purana Tolak Pembangunan TPA Sampah di Pemalang

Pemalang|Mediacakranews.com- Ratusan warga Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang, dengan tegas menolak pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di wilayah mereka.

Meskipun paparan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati telah disampaikan dalam sosialisasi rencana pembangunan TPA, warga tetap bersikeras agar proyek tersebut dihentikan tanpa syarat.

Warga Desa Purana merasa tidak pernah diajak musyawarah terkait pembangunan TPA, dan mereka menilai keputusan ini sebagai tindakan sepihak. Selama diskusi, para sesepuh Desa Purana juga menyuarakan penolakan dengan membentangkan poster yang menentang TPA Sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemalang, Wiji Mulyati, mengklaim bahwa pembangunan TPA akan tetap berjalan meskipun ada penolakan dari warga. Menurutnya,

“Saya kira gejolak yang terjadi dapat diatasi dengan komunikasi yang baik antara semua pihak dan stakeholder terkait,” ucapa wiji pada Rabu(29/5/2024) di balai Desa Purana. Saat sosialisasi pembangunan TPA

Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menganggarkan Rp 5 miliar untuk membangun TPA baru di Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang.

“Proyek ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pengolahan sampah di TPA Pesalakan dan dijadwalkan selesai pada bulan Juni mendatang,” paparnya.

Di sisi lain Tokoh Ulama, bernama kiyai Muhammad Nur Fuad dengan julukan kiyai gondrong, ia mengaku kecewa dengan sosialisasi yang tanpa rembug, menurutnya itu bukan sosialisasi namun lebih kearah pemberitahuan untuk pembangunan TPA.

“Kami tentunya sangat kecewa dengan keputusan pemerintah daerah yang akan membangun TPA, karena semua warga disini awalnya gak tahu jadi tadi saya bilang, ya salah barut, sosialisasi tanpa ada rembug ujug-ujug (tiba-tiba) membangun, bahkan BPD juga tidak tahu- menahu,” ujar kiyai gondrong.

Ia juga mengaku bahwa selama ini pemerintah Desa Purana, dalam hal ini kepala Desa Purana tidak pernah memberitahukan baik kepada masyarakat, maupun BPD, sehingga warga Desa merasa terkejut.

“Jadi warga terkaget-kaget dengan sosialisasi tersebut, kami semua pada prinsipnya tetap menolak,jangan sampai ada kerusakan udara, maupun, air, dan lain sebagainya, karene itu akan terasa setelah lima tahun kedepan , tandasnya.

Warga Desa Purana berjuang untuk menjaga lingkungan mereka yang masih asri dan hijau tanpa polusi, dan mereka berharap agar keputusan terkait TPA dibatatkan, oleh pemerintah daerah.

(Heri/Cakra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *