Operasi Senyap KPK Berhasil OTT Bupati Ponorogo

Tim Redaksi
8 Nov 2025 06:30
2 menit membaca

Ponorogo|Mediacakranews.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar “operasi senyap” andalannya, dan kali ini sasarannya adalah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Pada Jumat (7/11), tim penyidik KPK sukses mengamankan “ikan kakap”, yaitu Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Penangkapan ini bukan sekadar OTT biasa, ini adalah drama penuh ironi, baik dari segi waktu maupun latar belakang sang bupati.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengkonfirmasi penangkapan ini.

Kasus yang menjerat sang bupati diduga kuat adalah “dosa” klasik kepala daerah, yaitu dugaan suap jual beli jabatan.

Yang membuat operasi ini sangat mencengangkan adalah timing-nya.

Bupati Sugiri ditangkap tepat setelah beliau baru saja selesai menggelar acara pelantikan dan sumpah jabatan besar-besaran.

Tak tanggungΒ², ada 138 pejabat (eselon II hingga IV) yang baru saja ia lantik di belakang rumah dinas pringgitan Bupati.

Diduga kuat, acara pelantikan massal itulah yang menjadi “transaksi” atau puncak dari dugaan suap jual beli jabatan yang sedang diintai KPK.

“Ya, betul,” pungkas Fitroh, mengkonfirmasi penangkapan pasca-pelantikan tersebut.

Penangkapan ini menjadi tamparan yang luar biasa keras, karena Sugiri Sancoko sebenarnya baru saja “sekolah” di Gedung KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengingatkan publik bahwa Sugiri sebelumnya sempat mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Kehadiran politisi PDIP itu bukan untuk diperiksa, melainkan untuk menghadiri acara koordinasi supervisi atau pencegahan tindak korupsi bagi pemerintah daerah.

Lebih ironis lagi, dalam acara “pencegahan” tersebut, KPK secara spesifik telah mewanti-wanti para kepala daerah (khususnya dari Jawa Timur) mengenai titikΒ² rawan korupsi.

“Di Jawa Timur, KPK juga concern terkait dengan dana hibah… Karena memang dana hibah… menjadi salah satu titik rawan terjadinya tindak pidana korupsi,” ujar Budi.

Rupanya, “materi pelajaran” dari KPK itu tidak diindahkan.

Kini sang bupati yang baru saja mendapat materi “pencegahan” justru harus kembali ke Gedung Merah Putih, kemungkinan besar dengan status baru, yaitu mengenakan rompi oranye.

Budi Prasetyo menambahkan bahwa tim KPK masih berada di lapangan untuk merampungkan kegiatan OTT ini.

Oleh karena itu, ia belum bisa merinci siapa saja 10 orang lain yang ikut diamankan, atau kapan Sugiri akan diterbangkan ke Jakarta.

“Nanti kami akan update pihakΒ² yang diamankan apakah akan dibawa hari ini juga atau nanti dibawanya besok,” tutup Budi.

(Cakra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *