
Kab.Semarang|Mediacakranews.com- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029, berkomitmen memperkuat profesionalisme wartawan, menjaga integritas jurnalistik serta membangun solidaritas organisasi yang mandiri dan berdaya saing.

Komitmen tersebut sejalan dengan tema kepengurusan, yakni “Merawat Ekosistem Pers Profesional, Adaptif dan Berintegritas, Perkuat Solidaritas PWI Kabupaten Semarang Berdikari.”
Ketua PWI Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029, Rony Yuwono menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah perjuangan bersama dalam menjaga marwah profesi wartawan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pers.
“Amanah ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga marwah profesi wartawan, memperkuat organisasi, dan menghadirkan pers yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Rony Yuwono pada sambutan pelantikan pengurus PWI Kabupaten Semarang, masa bakti 2026-2029 di pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10).
Menurutnya, profesionalisme merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem pers yang sehat. Wartawan harus senantiasa berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik, mengedepankan akurasi, menjaga independensi serta menyampaikan informasi secara benar dan berimbang.
“Kepercayaan publik adalah modal utama pers yang tidak boleh kita abaikan. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi prinsip yang melekat dalam setiap kerja jurnalistik,” tegasnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan pesatnya transformasi media digital, wartawan dituntut terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Namun, adaptasi terhadap teknologi tidak boleh mengesampingkan prinsip-prinsip jurnalistik. Kecepatan penyampaian informasi harus tetap diimbangi dengan akurasi, verifikasi dan tanggung jawab kepada publik.
“Kita boleh berubah dalam cara bekerja, tetapi tidak boleh kehilangan prinsip dan nilai-nilai jurnalistik,” ujarnya.
PWI Kabupaten Semarang, lanjutnya, diharapkan menjadi ruang bagi wartawan untuk terus belajar, bertumbuh, berdiskusi, serta saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan industri media.
Selain profesionalisme dan integritas, penguatan solidaritas menjadi salah satu prioritas kepengurusan PWI Kabupaten Semarang periode 2026–2029.
Rony Yuwono menyatakan, organisasi profesi harus mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota, dengan mengedepankan komunikasi, kebersamaan, dan sikap saling menghormati.
“Solidaritas bukan berarti selalu sepakat, melainkan tetap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan menyelesaikan perbedaan secara dewasa,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang mandiri dan kuat secara kelembagaan.
Kemandirian tersebut diperlukan agar PWI mampu menjalankan program-program nyata yang bermanfaat bagi anggota tanpa kehilangan independensi sebagai organisasi profesi pers.
Dalam menjalankan agenda organisasi, pihaknya mengajak seluruh anggota untuk meninggalkan ego sektoral, memperkuat komunikasi, serta menyatukan langkah demi kemajuan PWI Kabupaten Semarang.
PWI Kabupaten Semarang juga berkomitmen membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang berkualitas, edukatif, dan bertanggung jawab, dengan tetap menjaga sikap kritis serta independensi pers.
“Kita ingin PWI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun Kabupaten Semarang melalui pemberitaan yang berkualitas, edukatif, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Ia menyadari bahwa membangun organisasi yang kuat membutuhkan keterlibatan seluruh anggota, bukan hanya ketua dan jajaran pengurus.
“Kami terbuka dengan kritik, saran, dan masukan sebagai bagian penting dalam proses pembenahan dan pengembangan organisasi,” ujarnya.
Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2029, PWI Kabupaten Semarang berharap dapat tumbuh menjadi organisasi yang terbuka, solid, profesional, dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Pers yang kuat lahir dari wartawan yang kompeten, organisasi yang sehat, serta solidaritas yang terjaga.
“PWI Kabupaten Semarang meneguhkan komitmen untuk terus merawat profesionalisme, menjaga integritas, memperkuat solidaritas, dan membangun kemandirian organisasi demi kemajuan pers dan masyarakat Kabupaten Semarang,” tandasnya.
(Prabu Cakra)
Tidak ada komentar